Perjalanan Hidup Imam Abu Hanifah

Perjalanan Hidup Imam Abu Hanifah – Imam abu hanifah di lahirkan di kota kuffah pada tahun 80 hijrah bersamaan tahun  699 masehi, berarti ia lahir pada masa sahabat, yaitu masa masa dimana para sahabat sudah tidak ramai lagi yang masih hidup. Karena akhir masa sahabat sampai tahun 100 hijrah, yang di tutup dengan wafatnya sahabat yang bernama “abu at tufail amir bin waasilah” dari makkah.

Perjalanan Hidup Imam Abu Hanifah

Perjalanan Hidup Imam Abu Hanifah

Pada saat itu kerajaan dalam genggaman kekuasaan bani umayyah, khalifahnya ketika itu ialah abdul malik bin marwan, yaitu khalifah kerajaan bani umayyah yang ke lima dan yang paling hebat dan perkasa,  serta paling lama memerintah kerajaan selama 21 tahun, yaitu dari tahun 65 hingga 86 hijriyah. Pada masa abu hanifah di lahirkan, Khalifah abdul malik ibn marwan sudah menduduki kursi khalifah selama 15 tahun. Nama asli abu hanifah sendiri adalah nu’man bin tsabit  bin zautha bin mah.

Sebab – sebab ia di panggil abu hanifah, padahal nama beliau sebenarnya adalah nu’man.

Ada 3 riwayat kenapa beliau di juluki abu hanifah

Riwayat pertama menyatakan bahwa karena salah satu anak beliau yang sulung bernama hanifah sebab itulah nu’man mengikuti nama panggilan anaknya yang sulung itu yang artinya bapak si hanifah.

Riwayat ke dua menyatakan sebabnya beliau di beri gelar abu hanifah karena beliau sangat suka dan rajin beribadah dan membuat kebijakan berbentuk sosial, seperti membantu orang susah melebihi yang dilakukan oleh kebanyakan orang lain, oleh karena itu orang ramai memanggilnya abu hanifah dalam bahasa arab uang berarti “bapak yang suka berbuat kebijakan”

Adapun riwayat yang ketiga mereka berpendapat bahwa nu’man bin tsabit sering dilihat orang membawa botol  daqwah kemana  saja beliau pergi sebagai persediaan untuk mencatat ilmu pengetahuan dari guru guru yang beliau temui, karena dalam lughat iraq, hanifah berarti “botol tempat  bekas daqwah.

Sayyid bin ‘amr berkata: abu hanifah sholat fajar dengan menggunakan wudhu isya’ selama 40 tahun, dan ia adalah  orang yang sangat  takut dengan allah, pada  suatu ketika ia pernah mendengar seseorang yang membaca al quran: idza zulzilatil radhi zilzalaha, maka seketika itu ia langsung memegang jenggotnya hingga sampai fajar menyingsing, lalu ia berkata: نجزي بمثقا ل ذرة

Beliau wafat pada bulan rajab ada yang mengatakan sya’ban pada tahun 150 hijrah. Beliau meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang bernama hammad, beliau di makamkan di tanah al khaizaran di timur kota baghdad.

Dengan itu hilanglah sebutir bintang yang telah menerangi dunia islam, dan madzhabnya telah di anut oleh seperempat penganut islam di seluruh dunia.

Alhamdulillah hanya ini yang bisa saya sampaikan, semoga kita semua mendapatkan barokah dari beliau amin ya robbal alamin, terimakasih and wassalam…

Perjalanan Hidup Imam Abu Hanifah | andre | 4.5