Sejarah Sunan Ampel Sesepuh Wali Songo

Sejarah Sunan Ampel Sesepuh Wali Songo – Sunan ampel… nama aslinya adalah Sayid ali rahmatullah, putra dari kanda dewi candra wulan dan syech maulana ibrahim asmarakandi dari negri cempa.

Suatu hari utusan dari majapahit datang ke negri cempa untuk meminta sayyid ali rahmatullah datang ke majapahit. Kedatangan utusan majapahit disambut gembira oleh raja cempa, dan raja cempa tidak keberatan melepas cucunya ke majapahit untuk meluaskan pengalaman.

Sejarah Sunan Ampel

Sejarah Sunan Ampel

Keberangkatan sayyid ali rahmat ke tanah jawa tidak sendirian, ia ditemani ayah dan kakaknya, dan mereka tidak langsung ke majapahit melainkan mendarat di tuban. Tetapi di tuban, tepatnya di desa Gesikharjo, syech maulana ibrahim assamarkandi jatuh sakit dan meninggal dunia beliau di makamkan di desa tersebut yang masih termasuk kecamatan palang kabupaten Tuban.

Sayyid murtadlo yakni kakaknya sayyid ali rahmatullah meneruskan perjalanan, beliau berdakwah keliling ke daerah Nusa tenggara, Madura dan sampai ke Bima. Di sana mendapat sebutan Raja pandita bima, dan ahirnya berdakwah di gresik mendapat sebutan raden santri, kemudian ia wafat dan dimakamkan di gresik.

Sayyid ali rahmatullah meneruskan perjalanannya ke majapahit menghadap prabu brawijaya sesuai permintaan ratu Darawati.

Kapal layar yang di tumpanginya mendarat di pelabuhan Cangu. Kedatangannya disambut dengan suka cita oleh prabu kertabumi. Lebih – lebih lagi ratu Darawati bibinya sendiri, wanita itu memeluknya erat – erat, seolah sedang memeluk kakak perempuannya yang berada di istana kerajaan cempa. Wajah keponakannya itu memang mirip dengan kakak perempuannya.

Sayyid Ali rahmatullah di perintah datang ke majapahit guna untuk memberikan pelajaran atau mendidik kaum bangsawan dan rakyat majapahit agar mempunyai budi pekerti yang mulia, dan ahirnya sayyid ali rahmatullah bersedia untuk mengajarinya. Kemudian sayyid ali rahmatullah menetap beberapa hari saja di istana majapahit dan di jodohkan dengan dengan salah satu putri majapahit yang bernama Dewi condrowati atau nyai ageng manila.

Sayyid ali rahmatullah sekarang sudah menjadi anggota keluarga kerajaan majapahit dan menjadi seorang pangeran, para pangeran pada jaman dulu ditandai dengan nama depan Rahadian atau raden yang berarti tuanku, selanjutnya beliau lebih dikenal dengan sebutan Raden rahmat.

Ajaran yang terkenal atau hasil didikan beliau yang terkenal adalah falsafah Moh Limo  (Tidak mau melakukan lima hal) yaitu :

  1. Moh Main ( Tidak mau berjudi )
  2. Moh Ngombe (Tidak mau minum arak atau bermabuk mabukan )
  3. Moh Maling ( Tidak mau mencuri )
  4. Moh Madat ( Tidak mau menghisap candu, ganja dan lain – lain )
  5. Moh Madon (Tidak mau berzina / main perempuan yang bukan istrinya )

Prabu Brawijaya sangat senang atas hasil didikan Raden Rahmat, kemudian Raden Rahmat diperbolehkan menyiarkan agama islam di wilayah surabaya bahkan diseluruh wilayah majapahit , dengan catatan bahwa rakyat tidak di paksa.

Sesepuh wali songo…

Setelah syech maulana malik ibrahim wafat, maka sunan ampel diangkat sebagai sesepuh wali songo.

Para murid dan anak sunan ampel juga menjadi anggota wali songo, mereka adalah :Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan kali jaga, Sunan Kota atau Raden patah, Sunan Kudus, Sunan Gunungjati.

Sikap sunan ampel terhadap adat istiadat lama sangat hati – hati, hal ini di dukung oleh sunan Giri dan sunan Drajat.

Adapun murid – murid sunan Ampel itu banyak sekali, baik dari kalangan bangsawan dan para pangeran majapahit maupun dari kalangan rakyat jelata. Bahkan beberapa anggota wali songo adalah murid – murid beliau sendiri.

Sunan Ampel wafat pada tahun 1478 M, beliau dimakamkan disebelah barat masjid Ampel.

Saya kira hanya ini yang bisa saya tulis mengenai sedikit kehidupan Sayyid ali rahmatullah atau sering di kenal dengan sunan ampel, semoga bermanfaat dan terimakasih.

sesepuh para wali, sesepuh wali songo, sejarah sunan ampel
Sejarah Sunan Ampel Sesepuh Wali Songo | andre | 4.5
[close/Tutup]