Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka

Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka Qudwah atau  publik figure termasuk hal terpenting yang harus kita punya dalam menjalani hidup. Kenapa? Karena dengan adanya publik figure kita bisa menginstropeksi diri kita dan kita bisa mencontoh prilaku mereka, agar hidup kita bisa tertata rapi. Lantas siapakah yang harus kita jadikan sebagai qudwah tersebut? Rosululloh bersabda ” ulama’ ( orang – orang alim ) adalah pewaris para nabi.

informasi Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka, Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka, berita Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka, klarifikasi Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka, info Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka, mengulas Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka

Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka

Dari ucapan nabi di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jika sudah tak ada nabi berarti penggantinya adalah para ulama’. Para ulam’ inilah yang harus bin wajib kita jadikan sebagai qudwah kita.

Berbicara tentang ulama’, pakar ulama’ terbagi menjadi tiga macam:

  1. Ulama’ yang bisa membaca dan memahami kitab kuning, tapi tidak bisa menulis kitab kuning. Jumlah ulama’ sejenis ini lumayan banyak di temukan.
  2. Ulama’ yang tidak bisa membaca dan memahami kitab kuning serta tidak bisa menulis kitab kuning. Ulama’ semisal ini bisa memahami hanya dari kitab – kitab terjemahan. Jenis ulama’ seperti ini lebih banyak lagi.
  3. Ulama’ yang bisa membaca dan memahami kitab kuning serta bisa menulis kitab kuning. Ulama’ jenis ini jumlahnya sangat sedikit dan langka untuk di temukan.

Nah, ulama’ jenis ketiga inilah yang pantas kita jadikan sebagai  qudwah kita. Di antara ulama’ jenis langka adalah ketua umum majelis ulama’ indonesia ( MUI ) pusat, almarhum KH.Sahal Mahfudz.

KH. Ahmad Sahal Mahfudz terlahir dengan nama Muhammad Ahmad Sahal bin Mahfudz bin Abd salam Alhajaini dari pasangan Kyai Mahfudz bin Abd Salam Alhafidz dan Hj. Badi’ah. Beliau lahir di desa kajen, margoyoso pati pada tanggal 17 Desember 1937. Kyai sahal merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Dari lahir, beliau sudah hidup di pesantren, di besarkan dalam lingkungan pesantren dan mengabdi di pesantren. Pada tahun 1968 kyai sahal menikah dengan Hj. Nafisah binti KH. Abdul fattah hasyim, pengasuh pondok pesantren fathimiyah Tambak beras jombang dan memiliki putra bernama Abdul Ghofar Rozin.

Dedikasinya kepada pesantren, masyarakat, dan ilmu fiqih tidak pernah di ragukan. Ia menguatkan tradisi dengan ketundukan mutlak pada ketentuan hukum dalam kitab – kitab fiqih di tambah keserasian dengan akhlaq yang di ajarkan oleh ulama’ tradisional. Dalam istilah pesantren semangat tafaqquh ( memperdalam pengetahuan hukum agama ) dan semangat tawarru’ ( bermoral luhur ).

Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka

Minat baca kyai Sahal sangat tinggi, terbukti beliau punya koleksi 1.800 buku di rumahnya. Meskipun orang pesantren, bacanya cukup beragam seperti tentang psikologi hingga novel detektif. Alhasil belum genap  berusia 40 tahun, beliau telah menunjukkan kepintarannya dalam forum fiqih dan pada berbagai sidang Bantul al masail yang di adakan syuriah NU jawa tengah, beliau sudah aktif di dalamnya.

Kyai Sahal adalah pengasuh pondok pesantren Maslakul huda putra sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen, Margoyoso, Pati jawa tengah ini di dirikan oleh ayahnya, KH. Mahfudz salam, tahun 1910. Sebagai pemimpin pesantren, kyai Sahal dikenal sebagai  pendobrak pemikiran tradisional di kalangan NU. Sikapnya yang menonjol adalah mendorong kemandirian dengan memajukan kehidupan masyarakat di sekitar pesantrennya melalui pengembangan pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Beliau pernah bergabung dengan sejumlah institusi, salah satunya yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu menjadi anggota BPPN3 selama 2 periode dari tahun 1993 – 2003 dan juga beliau pernah di anugrahi gelar doktor kehormatan ( Doctor Honoris Causa ) dalam bidang pengembangan ilmu fiqih serta pengembangan pesantren dan masyarakat pada 18 juni 2003 di Universitas Negri Syarif Hidayatulloh Jakarta.

Dalam organisasi, kyai Sahal pernah menjabat sebagai rais ‘Aam syuriah pengurus besar Nahdlatul Ulama’ ( 1999 – 2009 ), ketua umum Majelis Ulama’ Indonesia ( MUI ) masa bakti 2005 – 2010. Pada 26 november 1999, untuk pertama kalinya beliau di percaya menjadi Rais ‘Aam syuriah PBNU, mengetuai lembaga yang menentukan arah dan kebijaksanaan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan lebih dari 30 juta orang.

KH. Sahal yang sebelumnya selama 10 tahun memimpin Majlis Ulama’ Indonesia ( MUI ) provinsi jawa tengah, juga di daulat menjadi ketua umum dewan pimpinan MUI pada juni 2000 sampai tahun 2005.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga, dan semoga dengan tulisan ini kita mendapatkan barokahnya dari beliau dan buat pembaca saya minta maaf  yang sebesar – besarnya, apabila ada tulisan yang kurang cocok atau kurang sopan serta kurang lengkap karena saya juga manusia biasa yang memiliki sebuah keterbatasan, terima kasih wassalam.

Penjelasan Mengenai Siapakah Ulama Langka | andre | 4.5